Sudah 1.5 tahun kerja di tempat yang sekarang, banyak pahit dan manisnya. Tentu tampak dari luar orang rawan menilai kehidupan di Jerman pasti selalu nyaman dan senang. Namun tidak selalu begitu. Saya merasa kerja 9-5 terlalu menyita waktu untuk keluarga, belum lagi di tempat kerja berinteraksi dengan berbagai macam orang. I’ve got some nice people that I consider friends, but also some people that are hard to deal with.
Tempat kerja juga tidak selalu menyenangkan. Ekspektasi seringkali tidak selalu sejalan dengan realita. I feel like my boss, although he’s super nice, doesn’t see me as someone who can get to the next level. Saya punya ekspektasi to get to the higher position, he decided to hire new people.
On the other hand, the company asked me to move to a new city while giving 0 compensation. Moving to a new place is not easy when you have a family. I have to deal with new bureaucracy, apply to new kindergarten for Haffa, dismantle the kitchen, deal with apartment stuff, etc.
So, I decided to leave. I handed over my resignation letter. Tyas yang awalnya hesitate untuk pindah ke kota baru karena all those complicated stuff juga alhamdulillah support. Either way kita harus pindah. Pilihannya ke tempat baru, atau stay di company yang sama.
Luckily, I got a new company with better pay. As much as I want to get rid of this 9-5 work, kayaknya sekarang belum waktu yang tepat for obvious reason: uang.
Ada 4 level dalam hal ekonomi rumah tangga:
- Merintis skill dan karir
- Karir yang mapan
- Membangun asset
- Hidup dari asset
Saat ini saya lagi ada di level kedua, jadi belum berani untuk keluar dari 9-5 work. Tapi semakin ke sini, semakin ngerti keinginan diri untuk hidup nyantai di rumah, berkebun, while still giving nafkah ke keluarga. Nah itu bisa ketika ada di level ke 4.
Back to my current company topic, despite all the shades, saya bersyukur karena ini memberikan saya banyak pelajaran, termasuk gambaran hidup yang ingin dijalani. Hasil kerja bisa untuk umrah, pulang ke Indo, beli tanah, bantu orang, bisa untuk entertain diri yang dulu ga bisa. Alhamdulillah.
Tapi saya mau tutup cerita saya dengan company yang sekarang. Buku yang ingin saya tutup. All in all, I resigned.
Dresden, 21.08.2024
Leave a comments