Tambahan Variabel di Persamaan

2 tahun lalu saat Haffa masih dikandungan bundanya, saya beruntung bisa penuh waktu menemani proses itu hingga proses kelahiran. Kala itu sebagai PhD student saya memiliki kebebasan dan keleluasaan waktu yang mungkin adalah suatu kemewahan bagi PhD student di tempat lain.

Saat proses kelahiran pada pembukaan ke 9, dokter menyarankan agar istri diberi anestesi epidural yang harus disuntikkan di tulang belakang. Lokasi tepatnya dekat dengan syaraf yang mana apabila ada kesalahan suntik dan mengenai syaraf ini, resikonya adalah istri akan mengalami gangguan sistem anggota gerak bawah dan sistem ekskresi.

Saat saya benar-benar harus memutuskan sendiri untuk memberi consent karena tidak ada keluarga yang bisa diajak diskusi. Keputusan yang harus diambil cepat dibarengi dengan keadaan istri yang kontraksi setiap 2 menit benar-benar tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

Kami mengurus Haffa praktis benar-benar berdua. Belajar dari 0 mulai cara memandikan bocil hingga belajar ilmu parenting. Kami terbantu karena di Jerman ada bidan yang rutin datang ke rumah di tujuh hari pertama, hingga sekali setiap Minggu, dan lambat laun menjadi sekali setiap bulan.

Fast forward, kini Haffa sudah berusia 1.5 tahun. Banyak hal yang Allah SWT berikan yang harusnya tidak henti-hentinya kami syukuri. Mulai dari kesehatan, rezeki, kesempatan umrah mandiri, hingga kesempatan pulang kampung.

Kini variabelnya tidak lagi hanya saya dan istri. Tapi Haffa juga masuk dalam persamaan. Kalau boleh di bilang, bocil ini adalah variable yang utama. Haffa sudah mulai masuk TK, kian hari kian bertumbuh, pertanyaan tentang bagaimana kedepannya semakin sering kami diskusikan.

Meski tidak harus dalam waktu dekat, pulang ke Indonesia menjadi topik diskusi yang hangat saat makan malam. Soal bagaimana ini itunya, tentu masih abu-abu. Untuk akademia, saya terhalang linearitas. Untuk industri, mungkin terbatas untuk spesialisasi saya. Sekarang masih abu-abu, tapi kembali lagi bahwa rezeki tidak kemana. Kalau rezeki, pasti nanti sampai juga. Toh dulu saat melamar Tyas, saya juga belum punya pekerjaan dan kepastian kerja. 😆

Tak disangka-sangka ada angin segar. Sudah 4 bulan ini saya ikut proyek supply 10 ton kentang setiap bulan ke supermarket di daerah Jawa Barat. Hasilnya lumayan memberikan optimisme dan senyum di makan malam kami. Meski hasilnya sepersekian dari yang didapat di sini, rasanya sangat membahagiakan bahkan terasa lebih spesial. Alhamdulillah

Dresden,
05.04.2024

Leave a Comment