Know your worth

Selepas selesai studi pada jenjang master di NCTU Taiwan, seperti para fresh graduate pada umumnya, saya mendaftar untuk bekerja di industri baik di dalam maupun di luar negeri. Tentu saya ingin kembali ke Indonesia, mengaplikasikan ilmu yang sudah saya dapat.

Singkat cerita, pesan masuk melalui DM LinkedIn dari HR yang meminta saya untuk mengirim CV karena menurutnya kualifikasi saya pas dengan deskripsi pekerjaan yang dibuka. Wah bahagianya. Lantas, saya cari di internet tentang jobdesk beserta detil pekerjaannya dengan hati-hati.

Selapas mengirim CV, saya diminta mengisi form di mana salah satu kolomnya berisi gaji yang diharapkan. Saya sadar bahwa ini krusial dan saya harus berhati-hati tentang tentang informasi yang akan saya isi. Saya pribadi termasuk orang yang percaya skill kita baiknya dihargai dengan nilai yang sepadan. Maka saya melakukan riset tentang industri tersebut, mencari informasinya di internet, mengomunikasikan kontribusi apa yang bisa saya beri, serta mengatur ekspektasi. Yang terpenting juga harus terus menghormati proses perekrutan.

Saat mempertimbangkan nilai berapa yang akan saya isi, saya berefleksi tentang apa yang sudah saya lakukan sampai saat itu. Berbekal pengalaman menjadi penanggung jawab proyek riset industri saat studi master, menjadi ketua acara nasional dan mahasiswa berprestasi saat studi sarjana, serta beberapa publikasi internasional dan kejuaraan, akhirnya saya mengisi rentang gaji pada batas atas dari yang ditawarkan. Bismillah, semoga rezeki.

Satu hari, dua hari, seminggu ternyata tidak ada panggilan interview yang pada akhirnya saya sadar bahwa ternyata saya tidak masuk shortlisted candidate. Inilah hidup. Saya menyadari bahwa ini merupakan bagian dari proses kehidupan. Bersyukurnya saya dari awal sudah mengatur ekspektasi. Dan tentu, sebagai pencari kerja harus selalu menghargai proses perekrutan.

Di tulisan selanjutnya saya ingin berbagi pengalaman tentang proses kegagalan yang pada akhirnya mengantarkan saya mendapat posisi di Jerman untuk tahun depan. InsyaAllah.

Leave a Comment