Tak Mudah

Sayangku, sekarang di sini jam 6 pagi ketika kebanyakan orang masih nyaman di bawah selimut. Sedang nun jauh di tempatmu sekarang jam 12 siang di mana orang-orang dalam masa puncak aktivitasnya. Aku mau bilang kalau aku kangen kamu, yang.

Sayang, semenjak 17 Januari kita habiskan waktu bersama. Yang biasanya sendiri, kemudian ada yang menemani. 1.5 bulan adalah waktu yang singkat aku habiskan bersama kamu. Sampai kemudian tibalah waktunya. Kamu menyelesaikan internshipmu, aku memulai perjalananku di Jerman. Sebenarnya kita sudah mempersiapkan bahkan semenjak 1 tahun lalu saat aku menemui ayahmu.

Sayang, ternyata tidak mudah berjauhan dengan kamu. Hari-hari pertama di sini sangat berat. Aku kangen kamu, sayang. Setiap saat. Setiap detik. Terpisah 10.000 km dengan segala kesulitan-kesulitan dihari-hari awal ini sangat menguras energi dan kesehatan mentalku, yang. Aku sempat berpikir apa ini keputusan terbaik?

Sudah tak terhitung berapa kali aku menelponmu dan keluar air mata. Sesenggukan seperti anak kecil menangis saat terjatuh dari sepeda. Sembab.

Yang, setiap kegiatan ku di sini, tidak pernah sekalipun aku tidak memikirkan kamu. Masak, mencuci, melipat baju, dan hal kerumah tanggaan semua aku teringat saat 1.5 bulan kita habiskan bersama.

Sayang, waktu yang paling menakutan adalah ketika jam 6 sore yang artinya jam 12 malam di tempatmu. Aku merasa sendiri karena yang lain terlelap. Sunyi yang ada, semakin menambah rasa kangenku sama kamu. Tak terasa aku menangis dikeheningan sore. Sungguh ini berat, yang.

Namun kita sudah sepakat untuk lebih memberi ruang kepada rasa syukur. Aku masih belajar. yang. Aku masih belajar menjadi imam yang matang, stabil, dan dewasa. Mohon maaf masih cengeng, ya.

Sayang, kamu juga bilang bahwa ini adalah proses yang kita harus lulus melewatinya. Dan tutur katamu sungguh membuat aku tenang. Teduhnya dirimu, hangatnya hatimu, sungguh, aku berdoa agar kita bisa bersama-sama hingga hari tua. Semakin hari semakin menambah rasa cinta. Aku berdoa kepada Allah untuk senantiasa menjagai cinta kita, menjaga diri kita, dan juga kebaikan-kebaikan bagi orang tua kita.

Sayang, ketika aku melenceng, tolong senantiasa ingatkan aku. Ingatkanlah saat-saat ini ketika kamu selalu mensupport aku di titik terendahku. Semoga Allah ridho, yang. Aamiin.

Münster, 8 Maret 2021

1 Comment

  1. I know that you are the strongest and the smartest man that I ever meet.
    Ciayooooo mas Egy.

Leave a Comment