Rasanya ingin sekali eksplor negaranya Donald Trump. Apalagi kalau membayangkan negara bagian di Amerika yang jauh dari kebisingan. Sebut saja Hemphill County, Texas pada film Cast Away (ini film super sekali). Atau Beaufort, North Carolina pada film A Walk to Remember (ini film luar biasa mengacak-acak perasaan saya). Ataupun Lucas, Ohio pada film fenomenal The Shawsank Redemption selepas Morgan Freeman bebas dari penjara untuk mencari Pohon Oak.
Saya membayangkan berjalan-jalan di sana sambil mendengarkan lagu John Denver yang kental sekali bau Amerika-nya seperti lagu Take Me Home, Country Roads. Kemudian hiking di Grand Canyon, mentadabbur alam untuk menambah rasa syukur atas kebesaran Allah, diiringi musik 500 miles-nya John Denver. Ah.
Hampir setahun saya di Taiwan saya juga jadi tahu bahwa orang Taiwan juga kiblatnya adalah Amerika. Hampir seluruh Professor di sini ambil PhD di Amerika. Rata-rata orang Taiwan punya tujuan ke Kota Seatlle. Entah kenapa. Setelah saya search di google mungkin karena pemandangan yang indah.
Namun Eropa juga menawarkan hal yang menarik. Banyak khasanah Islam di sana. Apalagi masih ada satu janji Rosul yang belum terjadi di Roma sana. Berkeliling ke Cordoba di Spanyol, naik cano di Italia, menggunakan pakaian hangat di UK hingga makan kebab di Turki. Ah.
Entahlah, semoga memang Allah meridhoi agar suatu saat bisa merasakan halan-halan tadabbur alam seperti itu. Tak ada mimpi yang terlalu besar, yang ada usaha yang terlalu kecil. Saya yakin, bahwa apabila kita muarakan untuk Allah maka akan Ia perkenankan kemudahan bagi kita dalam perjalanan. Bismillah.
Hsinchu, 15 Agustus 2019