Saya melihat circle di tumblr, facebook, bahkan sampai instagram tidak jauh-jauh topik seputar itu-itu saja. Inspiring, estetik, dan indah-indah. Atau kalau tidak, topik seputar kegalauan. Tentu saya tidak menyalahkan, dan saya juga tidak merasa terganggu. Tapi kalau kita stuck di wilayah-wilayah itu terus maka kita akan tertinggal, jauh.
Saya ingin menawarkan beberapa hal yang bisa kita mulai tanamkan dengan fakta-fakta kecil. This planet is dying. The pollution is getting worse and worse, and if we don’t stop the climate change, human will not be able to live here in 2100. The damage is almost unstoppable.
Pada dasarnya, sumber daya yang kita pakai hari ini adalah sumber daya yang kita pinjam dari anak cucu kita. Maka sudah sewajarnya kita membantu menjaganya. Cukuplah film “Sexy Killer” yang kemarin booming jadi warning. Kalau mau lihat lebih secara global bisa cek di National Geographic. Jadi apa rencana kita? Itulah yang harus menjadi concern.
Sebagai muslim perintah untuk berilmu sudah sangat jelas. Bahkan kita juga punya senjata lain yaitu adab. Kita kuasai adab dan ilmu, maka tidak akan ada yang bisa menggoyahkan kita. Sebagai pembanding, mari kita lihat Israel. Saya tidak akan mengarah ke ranah Remason dan Wahyudi. Tapi arah mereka jelas. Kalau kita pantau terus perkembangan iptek di Israel, bangsa itu diam-diam menguasai dunia dengan teknologinya. You will be surprise. Mereka sudah mengembangkan banyak sekali energi terbarukan. Bahkan sudah memanen air minum dari udara.
Menurut WEF, ada 3 kunci agar kedepan manusia bisa tetap eksis. Energi, pangan, air. Coba sekarang lihat negara yang kaya akan energi, pangan, dan air pasti kondisinya tidak stabil karena banyak bangsa lain yang mencoba mengobok-obok. Lihatlah Iran, Iraq, dan negara Timur Tengah lainnya. Energi melimpah, minyak mentah seperti tinggal ambil air di dapur. Tapi tidak cukup kuat menahan gempuran bangsa lain karena penguasaan iptek yang lemah.
Indonesia? Kita punya 3 3 nya! Wajar kalau banyak yang mengincar negara kita. Dan kita belum punya cukup kuat penguasaan teknologi. Sadarkah bahwa polarisasi saat pilpres dan kejadian adu domba kemarin-kemarin itu by nature? Yakin? Saya pribadi yakin itu semua by design.
Lagi, kita juga punya PR besar tentang korupsi. Besok kalau jadi orang tua, ajarkan anak untuk tidak mencontek, untuk mau mengantri, untuk mengambil makan secukupnya. Beberapa bulan lalu Dr. Dan Schechtman (peraih Nobel Prize dari Israel) datang ke kampus saya. Rahasia Israel bisa seperti sekarang karena mereka mengharamkan korupsi. Dia bilang “As long corruption exist, no way for a country to get better living quality”. Ya Rabb, di Islam udah punya semuanya. Perintah untuk berilmu dan aturan dalam beradab.
Tulisan uneg-uneg ini saya tutup dengan kata-kata dari Prof. Muhammad Abdus Salam, muslim peraih Nobel Prize 1979,
I have been asking the ulema why their sermons should not exhort Muslims to take up the subjects of science and technology – considering that one-eighth of the holy book speaks of science and technology. Most have replied that they would like to do so, but do not know enough modern science. They only know the science of the age of Avicenna.
-Hsinchu, 1 Juli 2019