Teman

Di satu senja, seorang sahabat bertanya: salahkah jika aku menginginkan suasana itu? kembali akrab dengan teman-teman, aku rindu ketika bisa dengan mudahnya saling bercakap, berdiskusi tentang apa saja yang sedang marak. Aku menginginkan teman seperti mereka, yang ketika aku duduk bersamanya, surga terasa lebih dekat.

Kubilang: Sulit sekali jika mendamba keadaan yang sama diwaktu yang berbeda.

Teman itu terbagi pada masanya, mereka hadir dan mengisi hari-hari kita pada saat tertentu tanpa kita sadari akan tiba saatnya hubungan pertemanan yang erat itu renggang entah karena circle pertemanan kita yang semakin luas, atau bertemu teman baru atau bahkan karena jarang bertemu karena kesibukan kita masing-masing, sibuk mencari jati diri dan sibuk meraih cita-cita. Kadang lucu setelah lama tidak bertemu mengapa timbul rasa canggung untuk menyapa dan memulai percakapan padahal dulu kita sering menghabiskan waktu bersama sepanjang hari menciptakan moment dalam hidup yang berkesan untuk diingat.

Memang ada bermacam-macam teman…

Ada teman sepermainan.
Ada teman seperjuangan.

Ada teman makan indomi.

Ada teman berbagi suka.
Ada teman berbagi duka.

Ada teman yang penuh kekonyolan.
Ada teman yang penuh keseriusan.

Ada teman berbagi rahasia.
Ada teman berbagi cerita yang bahkan sangat sederhana.

Ada teman menghabiskan waktu.
Ada teman berbagi rindu.

Ada teman yang mendukung maju.
Ada teman yang bersama maju.

Ada teman yang menggemaskan.
Ada teman yang mengesalkan.

Ada teman yang pendiam.
Ada teman yang selalu bicara, seolah tak pernah diam.

Ada teman yang punya banyak cerita.
Ada teman yang lebih banyak diam seribu bahasa.

Ada teman yang menegur tanpa menghaluskan kata.
Ada teman yang lebih banyak tersenyum saja.

Ada teman yang muncul saat ada maunya.
Ada teman yang entah bagaimana, sudah ada di sisi kita.

Ada teman yang loyalitasnya seolah tanpa batas.
Ada teman yang untuk diajak sulit sedikit seolah penuh batas.

Ada teman yang tak pernah berhitung.
Ada teman yang untuk patungan sedikit saja, semua dihitung.

Ada teman yang menikam dari belakang.
Ada teman yang menjadi penghalang.

Ada teman yang jadi pelajaran.
Ada teman yang jadi penyesalan.

Tidak semuanya bertolak belakang,
Tidak semuanya juga dianggap teman.

Tidak semuanya bisa ada,
Tidak semuanya juga sama sekali tak ada.

Tapi bagiku pribadi, aku rindu, teman yang senantiasa mengingatkan dalam kebaikan.

Tapi.. tak apa memang sudah seharusnya demikian, roda kehidupan terus berputar kita berteman sesuai porsi dan sesuai waktunya.

Leave a Comment