Ternyata saya salah. Ada satu nasehat indah yang menghujam ke hati saya.
“Nak.. tidak ada masalah sama sekali dengan hasil akhir yang tidak sesuai dengan harapan sekalipun dalam prosesnya kalian sama-sama menjalaninya penuh ketaatan kepada Allah. Jarangnya intensitas komunikasi saat masa-masa sebelum menikah bukan semerta-merta berarti kalian sudah memasrahkan semuanya kepada Allah. Ataupun sekiranya kalian mengira menjalani proses itu dengan cara yang baik juga belum berarti kalian ikhlas karena Allah.
Dan sekali lagi, niat yang lurus bisa diukur dengan bertanya pada diri sendiri perihal ikhlas atau beratkah bila ternyata tidak saling berjodoh. Yakinlah Allah pasti berikan keputusan yang terbaik bagi hamba-Nya. Jadi sebetulnya tak ada alasan bagi kita berberat hati terhadap apapun yang tak sesuai dengan harapan. Saya doakan, semoga niat lurus selalu bersemayam dalam hati kalian. Dan bila belum lurus, maka berlatihlah terus.”
Subhanallah.. sebuah perjumpaan yang sangat bermakna. Baiknya memang setiap hari saya melatih diri meluruskan niat saya. Setiap ada sedikit perasaan yang beranjak semakin dalam pada manusia, seketika saya menarik diri dan meluruskan niat saya kembali, hanya untuk Allah, dan karena Allah. Baiknya hari demi hari saya berulang kali memaksakan diri meluruskan niat yang sejujurnya tidak mudah, hingga akhirnya saya menemukan diri saya terbiasa dengan niatan yang lurus, insyaAllah.