Value FILM 2017

“Setiap masa memiliki generasinya masing-masing, lakukanlah sesuka hatimu, asal itu baik.” (Dahlan Iskan)

Sepotong episode dalam kehidupan ini, telah mempertemukan kita. Bukan soal harta, cinta atau tahta yang telah digariskan menjadi perhiasan dunia. Bukan pula tentang siapa dan dari mana kita berasal, semua ini tentang sebuah masa ketika diri ini mengetahui makna hidup yang sebenarnya. Takdir telah mengantarkan jasad ini menjadi ketua SC  (Steering Comitte) untuk acara Festival Ilmiah Mahasiswa (FILM) 2017.

More

Keluarga Ristek 2017

img_20161231_111123_burst2
Roadmap Departement of Research and Technology 2017

Perkenalkan ini adalah keluarga baru ku. Tepatnya, keluarga yang Dia pilihkan. Banyak cerita sebelum keluarga ini terbentuk. Namun, ada satu yang aku yakini. Tugas bunga hanya memekar dengan Rahmat dan Taufiq Allah. Ya, tugas kita dalam menggapai harapan adalah dengan upaya sebatas mampu kita, hingga Allah berkata cukup. Maka dari itu Keluarga Ristek, mari kita berupaya sebatas mampu kita, hingga Allah berkata cukup.

More

3 Hal

Ada tiga “selalu” yang harus dimiliki:

1. Selalu sederhanakan masalah kita. Jangan dibuat rumit, jangan dibuat panjang.
2. Selalu berpikir positif. Pun saat situasi memang negatif sekali, berpikir positif akan membantu kita.
3. Selalu belajar melepaskan. Pada akhirnya, toh, tidak ada yang sebenarnya kita miliki, bukan?

More

Berbicara Mengenai Pembagian Otak

Di Indonesia, sangat marak perbincangan mengenai fungsi dan peran dari bagian otak yaitu kanan dan kiri. Tak jarang kita mendengar kalimat bahwa lebih baik di jurusan yang banyak hitung-hitungan, karena otak bagian kanan lebih kuat, atau bahwa anak IPS cocoknya menjadi pebisnis karena trainer pelatihan bisnis bilang begitu, atau apabila lebih dominan otak kiri, berarti tidak cocok menjadi seniman

More

Riset dan Budaya Akademik UNS

Sumber gambar : http://cep-probation.org/wp-content/uploads/2015/05/research.jpg
Sumber gambar : http://cep-probation.org/wp-content/uploads/2015/05/research.jpg

Diawal tahun 2016 ini, persaingan menuju masyarakat yang mampu bersaing tak boleh diterima sebagai hal sepele, melainkan sesuatu yang harus terus-menerus diperjuangkan. Selain gaduhnya berita freeport, sejatinya ada perdebatan tentang seberapa siap Indonesia menghadapi MEA. Namun, hal tersebut merupakan perdebatan yang salah arah. Siap atau tidak siap, era MEA harus dihadapi, sehingga kesiapan bukanlah menjadi isu utama. Sebenarnya, sejak munculnya niat untuk melaksanakan kawasan ekonomi terpadu dalam Bali Concorde II tahun 2003 dan ditegaskan pada KTT ASEAN ke-12 tahun 2007 yang menghasilkan kesepakatan untuk percepatan terwujudnya MEA di tahun 2015[1], kita praktis memiliki 12 tahun untuk mempersiapkan diri.

More

Pembudayaan Melalui Pendidikan

Sumber gambar : http://www.sabilillah.or.id/program/pendidikan/

Pembangunan nasional tidak dapat dipisahkan dari 2 aspek fundamental yaitu pendidikan dan kebudayaan. Kedua aspek tersebut sangat ampuh dalam proses internalisasi nilai-nilai budaya kepada generasi muda yang notabene penerus tonggak kehidupan berbangsa dan bernegara di masa mendatang. Kini pendidikan dan kebudayaan ialah isu besar yang mendesak yang harus ditangani secara sungguh-sungguh karena merupakan barometer kualitas manusia dan kemajuan suatu bangsa.

Pendidikan dan Kebudayaan

More

Ospek, Apa Tujuan Anda?

Ospek, Apa Tujuan Anda?

ospek
sumber gambar : http://www.radar-bekasi.com/wp-content/uploads/2011/09/ospek.jpg

Sengaja saya mengambil judul seperti itu karena setiap tahun saya yakin diantara panitia satu dengan yang lainnya apabila diberi pertanyaan tentang tujuan ospek berbeda-beda. Dari jawaban yang berbeda-beda pastilah ada yang salah. Tidak satu paham, maka dari itu evaluasi (serius) kegiatan ospek setiap tahun tentu diperlukan dan tidak hanya sebatas formalitas dsb.

“Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas dan teman seideologi. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah yang menjadi korban-korban baru mahasiswa semacam itu,” –  Soe Hok Gie

More

Menelisik Lebih Dalam Kesalahan Pendidikan di Indonesia

This pict taken from : http://intentionallanguage.files.wordpress.com/2013/05/educator.jpg

Ilmu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu. Lantas apakah para tenaga pendidik kita, entah itu guru atau dosen, telah berhasil mentransfer ilmu kepada anak didiknya?

Ini sebuah ironi ketika penulis mengkritik dosen (secara tidak langsung) yang secara implisit hanya memberi sebuah nilai tanpa berhasil mentransfer ilmu. Penulis dikatakan tidak sopan oleh teman penulis. Tampaknya teman penulis ini belum paham betul apa esensi dari ilmu. Bukankah suatu sistem tanpa kritik akan menghasilkan sistem yang itu-itu saja tanpa adanya perbaikan? Penulis ingat sebuah quote menarik, “Kehancuran Republik bukan krn rakyatnya mendebat penguasa, tetapi justru saat rakyatnya menurut-patuhi penguasa.”

More

Lingkungan Pendidikan di Indonesia : Salah Siapa?

Fenomena di Indonesia yaitu kebanyakan High Class Undergraduate (anak-anak lulus SMA berpredikat sangat kompeten)  masih memilih profesi lain daripada sebagai guru. Apalagi universitas yang memfasilitasi fakultas keguruan bisa dihitung dengan jari. Kebanyakan HCU (High Class Undergraduate) masih memilih jurusan kedokteran, engineering, hukum, politik dsb.

Ini sungguh sangat menyedihkan ketika kita melihat para calon guru yang asal-asalan akibat sistem penerimaan yang masih sangat longgar. Asal-asalan bukan berarti bodoh, melainkan tak sadar akan masa depan profesi mereka yaitu sebagai tenaga pengajar sekaligus tenaga pendidik. Dalam proses kuliah pun kebanyakan dari yang asal-asalan ini tidak memahami esensi menuntut ilmu.

More